Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (http://iptp.fapet.ipb.ac.id/)

Fakultas Peternakan (http://fapet.ipb.ac.id/)

Institut Pertanian Bogor (http://ipb.ac.id/)

Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 (Consumer Behavior Class)

Department of Family and Consumer Sciences (http://ikk.fema.ipb.ac.id/)

College of Human Ecology (http://fema.ipb.ac.id/)

Bogor Agricultural University IPB (http://ipb.ac.id/)

Prof Dr Ir UJANG SUMARWAN, MSc (www.sumarwan.staff.ipb.ac.id, www. Ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id, sumarwan@mb.ipb.ac.id)

Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA

Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS

Ir. Retnaningsih, MS

Ir. Md djamaluddin, MSc

Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran.Jakarta: PT Ghalia Indonesia.

Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia

Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran.	Jakarta: PT Ghalia

Selasa, 24 Februari 2015

Kuliah Jumat Pagi 20 Februari 2015

Ringkasan Kuliah
Bab 3 Kepribadian
Tiap dua manusia memiliki sifat atau kepribadian yang  tidak sama persis, masing-masing memiliki karakeristik yang unik yang berbeda satu sama lainnya. Memahami kepribadian konsumen adalah sesuatu hal yang penting bagi pemasar karena kepribadian dapat terkait dengan perilaku konsumen. Perbedaan dalam kepribadian konsumen akan mempengaruhi perilakunya dalam memilih atau membeli produk karena konsumen akan membeli barang atau produk sesuai dengan kepribadiannya.
Perbedaan karakteristik yang paling dalam pada diri manusia berkaitan dengan kepribadian. Perbedaan karakteristik tersebut menggambarkan ciri unik dari setiap individu. Kepribadian menggambarkan perbedaan individu, menunjukan konsistensi dan berlangsung lama dan dapat berubah.
Terdapat tiga teori kepribadian yang utama, yaitu :
  1. Teori Kepribadian Freud
  2. Teori Kepribadian Neo-Freud 
  3.   Ciri (Trait Theory)
Teori Freud menyatakan kebutuhan yang tidak disadari (unconscious needs) atau dorongan yang ada pada diri manusia (drive). Menurut Freud, kepribadian manusia terdiri atas tiga unsur yang saling berinteraksi, yaitu Id, Superego, dan Ego. Beberapa pakar yang juga rekan Freud mengembangkan suatu teori kepribadian yang disebut sebagai Teori Sosial Psikologi atau Teori Neo-Freud. Teori ini adalah kombinasi dari sosial dan psikologi. Teori ini menekankan bahwa manusia berusaha untuk memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat dan masyarakat membantu individu dalam memenuhi kebutuhan dan tujuannya. Teori Neo-Freud menyatakan bahwa hubungan sosial adalah faktor dominan dalam pembentukan dan pengembangan kepribadian manusia.
Teori ciri mengklasifikasikan manusia ke dalam karakteristik atau sifat atau cirinya yang paling menonjol. Trait adalah sifat atau karakteristik yang membedakan antara satu individu dengan individu yang lain, yang bersifat permanen dan konsisten. Para pemasar menggunakan konsep kepribadian untuk mengkomunikasikan produknya sehingga memiliki positioning sesuai kepribadian konsumen yang dituju.
Gaya hidup didefinisikan sebagai pola dimana orang hidup dan menggunakan uang dan waktunya, gaya hidup berbeda dengan kepribadian. Kepribadian lebih menggambarkan karakteristik yang ada didiri manusia, namun gaya hidup dan kepribadian saling berhubungan.  Konsep yang terkait dengan gaya hidup adalah psikografik yaitu suatu instrument yang mengukur gaya hidup.
Pemasar mengharapkan konsumen menilai bahwa produk atau jasa tersebut sebagai sesuatu yang cocok bagi kepribadiannya sehingga mereka menyukai, membeli, dan menggunakan produk dan jasa tersebut. beberapa kepribadian ciri yang khusus dikembangkan untuk kepentingan studi perilaku konsumen adalah kepribadian ciri inovatif konsumen (consumer innovativness), dogmatisme, dan karakter sosial.



Ringkasan Kuliah
Bab 4 Konsep Diri dan Pola Konsumsi
Konsep diri seseorang menggambarkan bagaimana sikap orang tersebut terhadap dirinya. Konsep diri sangat terkait dengan karakter atau sifat-sifat dari kepribadian seseorang. Konsep diri sangat terkait dengan persepsi seseorang terhadap dirinya yang direfleksikan dengan perilaku konsumsinya.
Hawkins and Mothersbaugh (2010) membagi konsep diri menjadi 4 yaitu konsep diri actual vs konsep diri ideal dan konsep diri pribadi vs konsep diri sosial. Loudon dan Della Bita (1993) menyatakan empat teori utama tentang konsep diri. Pertama Self-Appraisal, yaitu seseorang akan memiliki pandangan bahwa dirinya adalah pribadi yang diterima masyarakat karena perilakunya sesuai dengan yang diinginkan masyarakat. Kedua, Reflected Appraisal yaitu konsep diri akan terbentuk karena seseorang menerima penghargaan dari orang lain. Ketiga Social Comparison, teori ini cenderung menganggap bahwa orang adalah pasif, dia hanya merefleksikan penghargaan yang diperoleh dari orang lain. Keempat Biased Scanning, teori ini mengungkapkan konsep diri sangat terkait dengan motivasi. Budaya setempat sangat berpengaruh terhadap konsep diri seseorang.
Solomon (2007) menyatakan bahwa kegiatan konsumsi berhubungan erat dengan konsep diri. Teori kesesuaian citra produk dengan konsep diri (congruity theory) menyatakan bahwa semakin sesuai citra suatu produk/merk, maka produk tersebut akan semakin disukai konsumen. Terdapat dua citra konsumen, yaitu yang pertama sex role, Identitas seksual sangat mempengaruhi pembentukan konsep diri seseorang. Kemudian yang kedua body role, yang sering diartikan sebagai penggunaan suatu produk yang dapat membedakan identitas apakah seseorang tergabung dalam suatu kelompok atau tidak.