Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (http://iptp.fapet.ipb.ac.id/)

Fakultas Peternakan (http://fapet.ipb.ac.id/)

Institut Pertanian Bogor (http://ipb.ac.id/)

Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 (Consumer Behavior Class)

Department of Family and Consumer Sciences (http://ikk.fema.ipb.ac.id/)

College of Human Ecology (http://fema.ipb.ac.id/)

Bogor Agricultural University IPB (http://ipb.ac.id/)

Prof Dr Ir UJANG SUMARWAN, MSc (www.sumarwan.staff.ipb.ac.id, www. Ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id, sumarwan@mb.ipb.ac.id)

Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA

Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS

Ir. Retnaningsih, MS

Ir. Md djamaluddin, MSc

Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran.Jakarta: PT Ghalia Indonesia.

Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia

Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran.	Jakarta: PT Ghalia

Sabtu, 26 November 2011

Jenis - Jenis Pohon Untuk Penghijauan



Sekarang ini sudah banyak gerakan-gerakan dan komunitas yang mengajak kita untuk bergaya hidup peduli lingkungan dan penghijauan. Salah satu caranya adalah menanam pohon untuk penghijauan. Dimana pohon yang akan ditanam sebagai penghijauan tetapi juga dapat sebagai pohon yang bisa menyerap polusi.




Pada daerah perkotaan amatlah banyak menghasilkan polusi terutama dari polusi kendaraan dan pabrik di sekitar. Jika tidak ada pohon yang bisa menyerap polusi tersebut akan berdampak buruk bagi kesehatan setiap orang yang tinggal disitu.

Untuk itu masyarakat perlu melakukan kegiatan untuk melakukan penghijauan sehingga dapat mengurangi polusi yang ada. Berikut ini tim dari "energi dan lingkungan hidup" akan memberikan sedikit penjelasan tentang apa saja pohon yang dapat di jadikan penyerap polusi. Diantaranya adalah :



1.     Pohon Akasia (Acacia Auriculiformis)
2.    Pohon Matoa
3.    Angsana (Pterocarpus Indicus)
4.    Bambu Jepang (Arundinaria Japonica)
5.    Bungur (Lagerstroemia Speciosa)
6.    Cemara Bundel (Cupressus Retusa)
7.    Daun Kupu-Kupu (Bauhinia Purpurea)
8.    Johar (Cassia Siamea)
9.    Keraipayung (Filicium Decipiens)
10.  Kihujan (Samanea Saman)
11.  Mahoni daun kecil (Switenia Mahagoni)
12.  Palem Putri (Vitsia Merini)
13.  Palem Raja (Oreodoxa Regia)
14.  Tanjung (Mimusops Elengi)
15.  Wareng (Gmelina Arborea)



Itulah beberapa jenis pohon yang biasa untuk penghijauan dan untuk taman kota. Dengan adanya penghijauan polusi akan diserap dan akan menghasilkan oksigen serta lingkungan kita menjadi bebas dari polusi.


Menata Hati Lewat Dzikrullah

Musibah yang terjadi jelas menimbulkan beban psikologi bagi kehidupan masyarakat. Akibatnya masyarakat menjadi serba salah, hati menjadi resah gelisah, jiwa terasa hampa dan merana, semangat hidup mulai surut. Saat seperti itu tak pernah merasakan tenang hati dalam menghadapinya.

Wajar memang. Dalam kondisi seperti itu hati tidak bisa tenang, jiwa terasa hampa. Sebab sudah menjadi sunnatullah bolak-baliknya hati manusia. Namun harus disadari, salah satu kunci keberhasilan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan adalah ketenangan hati dalam menyelesaikannya.

Lantas bagaimana meraih kembali ketenangan hati. Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Ar-Ra'du ayat 28, "(yaitu) mereka yang beriman dan hatinya tenang mengingat Allah. Ketahuilah! Hanya dengan ingat akan Allah, maka hati merasa tenang."


Yakinilah Allah yang Mahakuasa atas segalanya. Dia yang menurunkan bencana. Dia yang memberikan berbagai permasalahan sebagai ujian bagi setiap insan. Dia yang membolak-balikan hati manusia. Dia pula yang memberikan ketenangan ke dalam hati manusia.

Mustafa Amin dan Ali Al-Jarimi dalam Al-Balaghah Wadihah menyatakan maksud ayat di atas merupakan informasi bahwa dengan mengingat Allah, hati akan tenang dan jiwa akan tentram. Begitu juga Imam Ali Asshabuni dalam Safwatut Tafaasir mengungkapkan ayat di atas mengandung isyarat di antara terapi potensial untuk mencapai ketenangan dan ketentraman hati yang hakiki serta mendapat pahala apabila kita lakukan.

Langkah tersebut adalah dzikir, baik dzikir lisan maupun dzikir qalbu. Sebab, kebiasaan untuk selalu mengingat Allah, akan mejadi jalan bagi datangnya pertolongan berupa ketenangan hati. Namun, tetap ikhtiar harus kita lakukan dalam mencari akar permasalahan yang membuat hati gelisah dan tidak tenang.

Dalam rangka mencapai ketenangan hati, kita sepatutnya mengikuti mekanisme dzikir yang berpijak pada Al-Qur'an. FirmanNya dalam surat Al-A'raf ayat 205, "Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu, dengan rendah hati dan takut, dan tanpa mengeraskan suara pagi dan petang. Janganlah masuk golongan orang yang lalai."

Berdasarkan ayat tersebut, Sulaiman Al-Asqari dalam Zubdatut Tafsir min Fathil Qadir menyatakan bahwa Allah menjelaskan empat cara dalam berdzikir agar kita menggapai ketenangan hati.
Pertama, hendaklah kita berdzikir dengan cara sir atau tersembunyi, menghadirkanNya dalam hati untuk mengagungkan Allah. Ini artinya dalam berdzikir tidak mengharapkan sanjungan atau pujian siapa pun. Kedua, hendaklah dalam berdzikir kita bersikap rendah hati, tawadhu, bersimpuh di hadapanNya, merasa takut dan tidak bersikap sombong atau angkuh kepadaNya. Ketiga, waktu yang tepat untuk berdzikir adalah senja pagi sampai petang, dari petang sampai pagi. Dengan kata lain, dzikir tidak terbatas oleh waktu dan situasi, kapan pun dan di mana pun keagunganNya harus selalu kita ingat. Keempat, hendaklah ketika berdzikir tidak dengan suara lantang seperti suara orang yang marah dan tidak merengek seperti orang menangis, akan tetapi pertengahan antara keduanya.

Tampak jelas bahwa dzikir yang dilakukan dengan terus menerus secara khusyu dan khidmat akan membawa pada ketengan hati. Kita sentiasa akan dekat denganNya. Maka berkembanglah kecintaan kepadaNya hingga mantaplah hubungan denganNya.

Selain itu, Hujatul Islam Al-Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa proses ini merupakan muraqabah, yakni kita selalu merasa diawasi oleh Allah. Insya Allah jika sudah bisa mencapai hal ini, maka kita tidak mungkin untuk melanggar laranganNya.

Tidak hanya ketengan hati yang akan kita dapatkan dari berdzikir. Lebih dari itu, Allah menjanjikan ampunan dan pahala yang besar bagi mereka yang senantiasa selalu mengingatNya. Hal ini terangkai dalam penggalan akhir surat Al-Ahzab ayat 35, "Bagi laki-laki dan perempuan yang banyak mengingat Allah. Bagi mereka itu Allah menyediakan ampunan dan pahala yang besar."

Sebagai penutup, kita simpulkan bahwa dzikir merupakan solusi terbaik untuk menghilangkan kegelisahan dan kecemasan, serta merupakan metode paling efektif menggapai ketenangan hati yang hakiki. Sebab itu, hendaklah kita selalu berdzikir dengan penuh khidmat dalam semua waktu kita.

Rabu, 16 November 2011

Tahukah kamu Perokok Pasif Memiliki Risiko Lebih Besar Dibandingkan Perokok Aktif ?

Say Goodbye to Smoking-
Perokok pasif mempunyai risiko lebih tinggi untuk menderita kanker paru-paru dan penyakit jantung ishkemia. Sedangkan pada janin, bayi dan anak-anak mempunyai risiko yang lebih besar untuk menderita kejadian berat badan lahir rendah, bronkitis dan pneumonia, infeksi rongga telinga dan asma.

Demikian penegasan Menkes Dr. Achmad Sujudi pada puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia dengan tema “Kemiskinan dan Merokok Sebuah Lingkaran Setan” sekaligus meluncurkan buku Fakta Tembakau Indonesia Data Emperis Untuk Strategi Nasional Penanggulangan Masalah Tembakau tanggal 31 Mei 2004 di Kantor Depkes Jakarta.

Menurut Menkes, kemiskinan dan merokok terutama bagi penduduk miskin merupakan dua hal yang saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain. Seseorang yang membakar rokok tiap hari berarti telah kehilangan kesempatan untuk membelikan susu atau makanan lain yang bergizi bagi anak dan keluarganya. Akibat dari itu anaknya tidak dapat tumbuh dengan baik dan kecerdasanya juga tidak cukup berkembang, sehingga kapasitasnya untuk hidup lebih baik di usia dewasa menjadi sangat terbatas. Selain itu, kemungkinan besar sang ayah juga meninggal oleh karena penyakit yang berhubungan dengan kebiasaan merokok. Demikian seterusnya, sehingga merokok dan kemiskinan merupakan sebuah lingkaran setan.
Udara cemar yang dihirup oleh para perokok pasif menimbulkan kumatnya penderita asma dan gejala-gejala lain yang membahayakan bagi para penderita alergi lainnya. Disamping itu juga dapat membahayakan fungsi jantung bagi yang menderita jantung koroner. Mereka dilanda konsentrasi asap yang sangat membahayakan; terutama karena mengandung kadar karbon monoksida yang melebihi kadar yang dianggap aman bagi kesehatan. Mereka secara tidak langsung juga ikut menghirup asap rokok yang dinikmati oleh orang lain. Penelitian menemukan bahwa telah ditemukan kadar nikotin yang dapat diukur dalam darah dan urine para perokok pasif, tragis! Karbon monoksida mampu merembes melalui dinding alveoli ke dalam darah. Lebih mudah dari oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh.

Keberadaan karbon monoksida dalam darah mencegah darah untuk menyerap jumlah oksigen yang normal dibutuhkan. Dengan demikian orang harus bernafas lebih cepat dan jantung harus memompa lebih kuat untuk mendapatkan oksigen yang diperlukan. Artinya peristiwa ini akan meningkatkan tekanan dan memberikan beban yang lebih berat pada jantung.


Beberapa penyelidikan membuktikan bahwa anak-anak yang orang tuanya merokok lebih mudah menderita penyakit pernafasan daripada anak-anak yang orang tuanya tidak merokok. Orang tua yang menderita penyakit infeksi pernafasan, anaknya dua kali lebih banyak menderita bronkitis dan pneumonia pada umur dibawah satu tahun. Anak-anak dari ibu yang merokok tidak saja mengalami risiko pada masa sebelum dilahirkan, tetapi selama berumur kurang dari satu tahun juga dalam risiko yang lebih besar untuk menderita penyakit serius. Meningkatnya kalangan perokok pada wanita, memperlihatkan intensitas kanker paru di kalangan wanita makin meningkat. Lebih memprihatinkan lagi merokok pada waktu hamil berpengaruh buruk pada janin dan bayi yang dilahirkan dan dapat menyebabkan kelahiran dini - prematur.