Say Goodbye to Smoking-
Perokok pasif mempunyai
risiko lebih tinggi untuk menderita kanker paru-paru dan penyakit jantung
ishkemia. Sedangkan pada janin, bayi dan anak-anak mempunyai risiko yang lebih
besar untuk menderita kejadian berat badan lahir rendah, bronkitis dan
pneumonia, infeksi rongga telinga dan asma.
Demikian penegasan Menkes Dr.
Achmad Sujudi pada puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia dengan tema
“Kemiskinan dan Merokok Sebuah Lingkaran Setan” sekaligus meluncurkan buku
Fakta Tembakau Indonesia Data Emperis Untuk Strategi Nasional Penanggulangan Masalah
Tembakau tanggal 31 Mei 2004 di Kantor Depkes Jakarta.
Menurut Menkes, kemiskinan dan merokok terutama bagi penduduk miskin merupakan
dua hal yang saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain. Seseorang yang
membakar rokok tiap hari berarti telah kehilangan kesempatan untuk membelikan
susu atau makanan lain yang bergizi bagi anak dan keluarganya. Akibat dari itu
anaknya tidak dapat tumbuh dengan baik dan kecerdasanya juga tidak cukup
berkembang, sehingga kapasitasnya untuk hidup lebih baik di usia dewasa menjadi
sangat terbatas. Selain itu, kemungkinan besar sang ayah juga meninggal oleh
karena penyakit yang berhubungan dengan kebiasaan merokok. Demikian seterusnya,
sehingga merokok dan kemiskinan merupakan sebuah lingkaran setan.
Udara cemar yang dihirup oleh
para perokok pasif menimbulkan kumatnya penderita asma dan gejala-gejala lain
yang membahayakan bagi para penderita alergi lainnya. Disamping itu juga dapat
membahayakan fungsi jantung bagi yang menderita jantung koroner. Mereka dilanda
konsentrasi asap yang sangat membahayakan; terutama karena mengandung kadar
karbon monoksida yang melebihi kadar yang dianggap aman bagi kesehatan. Mereka
secara tidak langsung juga ikut menghirup asap rokok yang dinikmati oleh orang
lain. Penelitian menemukan bahwa telah ditemukan kadar nikotin yang dapat
diukur dalam darah dan urine para perokok pasif, tragis! Karbon monoksida mampu
merembes melalui dinding alveoli ke dalam darah. Lebih mudah dari oksigen yang
dibutuhkan oleh tubuh.
Keberadaan karbon monoksida dalam darah mencegah darah untuk menyerap jumlah
oksigen yang normal dibutuhkan. Dengan demikian orang harus bernafas lebih
cepat dan jantung harus memompa lebih kuat untuk mendapatkan oksigen yang diperlukan.
Artinya peristiwa ini akan meningkatkan tekanan dan memberikan beban yang lebih
berat pada jantung.
Beberapa penyelidikan
membuktikan bahwa anak-anak yang orang tuanya merokok lebih mudah menderita
penyakit pernafasan daripada anak-anak yang orang tuanya tidak merokok. Orang
tua yang menderita penyakit infeksi pernafasan, anaknya dua kali lebih banyak
menderita bronkitis dan pneumonia pada umur dibawah satu tahun. Anak-anak dari
ibu yang merokok tidak saja mengalami risiko pada masa sebelum dilahirkan,
tetapi selama berumur kurang dari satu tahun juga dalam risiko yang lebih besar
untuk menderita penyakit serius. Meningkatnya kalangan perokok pada wanita,
memperlihatkan intensitas kanker paru di kalangan wanita makin meningkat. Lebih
memprihatinkan lagi merokok pada waktu hamil berpengaruh buruk pada janin dan
bayi yang dilahirkan dan dapat menyebabkan kelahiran dini - prematur.
Menurut Menkes, kemiskinan dan merokok terutama bagi penduduk miskin merupakan dua hal yang saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain. Seseorang yang membakar rokok tiap hari berarti telah kehilangan kesempatan untuk membelikan susu atau makanan lain yang bergizi bagi anak dan keluarganya. Akibat dari itu anaknya tidak dapat tumbuh dengan baik dan kecerdasanya juga tidak cukup berkembang, sehingga kapasitasnya untuk hidup lebih baik di usia dewasa menjadi sangat terbatas. Selain itu, kemungkinan besar sang ayah juga meninggal oleh karena penyakit yang berhubungan dengan kebiasaan merokok. Demikian seterusnya, sehingga merokok dan kemiskinan merupakan sebuah lingkaran setan.
Keberadaan karbon monoksida dalam darah mencegah darah untuk menyerap jumlah oksigen yang normal dibutuhkan. Dengan demikian orang harus bernafas lebih cepat dan jantung harus memompa lebih kuat untuk mendapatkan oksigen yang diperlukan. Artinya peristiwa ini akan meningkatkan tekanan dan memberikan beban yang lebih berat pada jantung.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar